Langsung ke konten utama

Progres Revitalisasi Tahap 1 Minggu ke-80 di Taman Ismail Marzuki mencapai 61, 1750%

Laporan presentase revitaliasisi tahap 1 di Taman Ismail Marzuki Jakarta oleh Jakartapro hingga Minggu 13/02/21 mencapai 61, 1750%. Progres tersebut meliputi pembangunan Masjid Amir Hamzah dengan presentase selesai 100.00%, pembanguan gedung parkir taman dengan presentase selesai 100.00%, serta progres pembangunan perpustakaan dan wisma seni dengan presentase selesai 45.07 %. 

Struktur bagunan perpustakaan dan wisma seni adalah B1, B2, LT 1, LT 2, LT 3, LT 4, LT 5, LT 6, dan LT 7. Sebelumnya revitalisasi tahap 2 sudah dilakukan di berapa tempat, seperti  di Graha Bakti Budaya, Teater Halaman, Planetarium dan  bangunan melekat. Revitalisasi ini merujuk pada PERGUB Nomer 68 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah dan PERGUB Nomer 1042 Tahun 2018 Tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah. Proses revitalisasi ini sudah berjalan sejak Juli 2019 lalu dan akan berlangsung beberapa tahap hingga Juli 2021.

Taman Ismail Marzuki direvitalisasi untuk memenuhi fungsi utama sebagai laboratorium seni, metalisasi seni, dan barometer seni di Indonesia dan Asia. Revitalisasi yang dilakukan saat ini berdasarkan masukan dan saran  seniman yang tampil dan  berkarya di TIM. Tidak ada perubahan signifikan dari pengelolaan  TIM sesuai dengan revitalisasi. TIM akan dikelola  Pemrov Jakarta dengan melibatkan dewan kesenian dan akademik Jakarta dibantu  Jakpro dalam merawat dan memelihara infrastrukturnya

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[New World] - neue Realität

Matahari tak pernah terbit dari barat. Dan bulan tetap menghiasi malam. Bumi terus berputar. Dan tak pernah kehilangan waktu. Waktu adalah teman perjalanan. Perjalanan menuju pulang. Terkadang, pagi merasa bahagia, Malam hari menjadi buruk. Esoknya menjadi ketakutan, Walau kemarin merasa damai. Apakah hari-hari itu terus bergulir? Dan, apakah hari ini kamu nantikan? Mungkin itu dunia barumu.

[New World] - Um Mitternacht, die voll ist

Hidup terkadang membosankan, tapi sulit untuk tetap hidup di dalamnya. Orang dewasa cukup sulit dimengerti, dan cukup melelahkan menjadi mereka. Khawatir membuat sebagian saraf di otak menjadi tegang, deretan gigi menjadi kaku dan dipenuhi rasa ngilu.  Sepanjang hidup hanya terus bertanya-tanya, kenapa?  apa baiknya terus bertanya dari pada menerimanya? Kenyataannya, kita berjuang untuk diri kita sendiri.  Sendiri itu benar-benar menyakitkan. Mengerti, bahwa cepat atau lambat segala sesuatu hal berlalu dan hal lain akan datang. Tetapi, mengapa kekhawatiran tak pernah berlalu?