Langsung ke konten utama

Ini Dia 5 Aktivitas yang dapat kamu lakukan di Taman Lapangan Banteng

Melalui laman resmi taman kota DKI menyatakan, sejak Sabtu 14 Maret 2021, 24 taman kota dan hutan kota Jakarta telah dibuka. Salah satu taman yang sudah dibuka dan dapat diakses kembali adalah Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat.

Taman Lapangan Banteng ini menjadi pilihan untuk masyarakat setempat menyalurkan kepenatan sekaligus mewadahi aktivitas kreasi masyarakat. Tentunya dengan tetap memenuhi standar dan protokol kesehatan yang ada.

Ada lima aktivitas yang dapat anda lakukan saat berkunjung ke Taman Lapangan Banteng ini.

1.  Melakukan olah raga dan berjalan-jalan santai

Anda dapat berlari dan berjalan-jalan santai sepanjang lapangan dekat dinding dan amphitheater. Selain berolahraga dan berjalan santai anda juga dapat bersepeda dan melakukan gerakan-gerakan kecil sebagai bentuk peregangan tubuh selama berada di rumah.

2.   Mengambil foto baik foto alam maupun suasana sekitar

Dalam terbitan Psychological Science 2008, menyarankan kita untuk melihat foto-foto alam karena dapat memicu fungsi perhatian orang dewasa. Dari peningkatan fungsi perhatian itu, dapat  membantu kita mengurangi tanda stress dan suasana hati yang buruk.

3.  Mencari kutipan-kutipan untuk menambah semangat nasionalisme

Di taman Lapangan Banteng ini terdapat berbagai kutipan dari para pahlawan dan tokoh-tokoh berpengaruh Indonesia. Contohnya seperti Pidato Proklamasi Kemerdekaan, Deklarasi Djuanda, serta Pidato Soekarno tentang Pembebasan Irian Barat.

4. Melihat indahnya air mancur

Kita dapat melihat air mancur di taman Lapangan Banteng ini, akan tetapi terlihat lebih indah jika di malam hari.

5. Bercengkrama sembari melihat keindahan danau dan sekitar

Ini merupakan salah satu inti manfaat dari adanya taman, yaitu kita bebas bercengkrama di ruang terbuka yang indah dan segar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ali Sadikin Si Bapak Pembangunan Jakarta

  Letnan Jendral KKO (Purn.) Ali Sadikin merupakan mantan gurbernur DKI   Jakarta   ke-7 yang dipilih langsung oleh Presiden Suharto pada tanggal 28 April 1966 di Istana Negara.   Pelantikan Ali Sadikin berdasarkan Keputusan Presiden Nomer 86 Tahun 1966. Dalam keputusan tersebut, ia yang juga merupakan  anggota staf Waperdam Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan dipandang cakap dan memenuhi syarat-syarat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ali Sadikin adalah seorang yang berjasa dalam pembangunan Ibukota Jakarta dengan ketangguhan dan kepemimpinannya. Salah satu buah pemikirannya yang kini diadopsi Bank dunia adalah cara dia menjalankan kepemimpinannya yang menuai kritik dan kontroversional. Ali Sadikin, di hari pertama memimpin Jakarta hanya diberi anggaran belanja sebesar 66 juta selama setahun. Perhitungan anggarannya, 1/3 hasil pemungutan daerah dan 2/3-nya dari subsidi pemerintah. Saat itu penduduk Jakarta berkisar 3,6 juta orang dan akan terus mengalami...

Konsep Taman Maju Bersama

Sesuai UU Nomer 26 Tahun 2007 terkait Penataan Ruang, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di berbagai tempat di Jakarta. Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, menginisiasikan sebuah program bernama Taman Maju Bersama (TMB) yang menggantikan program Ruang Publik Terpadu Rumah Anak (RPTRA) di masa kepemimpinan Ahok. Konsep dari Taman Maju Bersama yang diinisiasikan Anies Baswedan ini, mengusung tema Smart Environment and Smart People , sehingga masyarakat memiliki tempat ramah lingkungan untuk melakukan berbagai kegiatan. Taman Maju Bersama (TMB)   ini merupakan taman kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat setempat. Artinya, taman ini bukan milik pemerintah tetapi milik badan usaha atau masyakarat karena dari mulai perencanaan, pengembangan, hingga penggunaannya melibatkan masyarakat sekitar TMB. Konsep dan segala bentuk arena menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat tersebut. Fasilitas-fasilitas Taman Maju Bersama (TMB) memiliki ...

Melihat Patung Anne de Kiev di Taman Cattleya

Di jalan S. Parman, Tomang, Jakarta Barat tepatnya di hadapan Mall Taman Anggrek, terdapat sebuah taman kota bernama Taman Cattleya. Di taman Cattleya ini, ada sebuah ikon menarik berupa patung bernama Anne de Kiev. Patung itu diberikan oleh Kota Kiev sebagai hadiah ulang tahun Ibukota Jakarta ke-492 oleh Walikota Kiev, Ukrania. Patung yang tingginya sekitar 140 cm dan terbuat dari bahan artistik khusus ini, dibuat oleh seorang seniman asal Ukrania, bernama Mr. Konstanin Skrytutski. Patung Anne de Kiev dibuat berdasarkan patung asli yang berada di Ukrania. Anne merupakan sosok yang berpengaruh dan menginspirasi pada masanya di Kiev, karena ia tinggal dan dibesarkan di sana.  Pada zaman dahulu, Anne atau yang biasa disebut Anna yaroslavna, dikenal sebagai sosok wanita terpelajar, banyak mengenal ragam bahasa, berpengetahuan, dan suka berkuda. Selain sebagai hadiah ulang tahun Kota Jakarta, patung pemberian ini merupakan simbol persahabatan dan hubungan baik antara Kiev...