Langsung ke konten utama

Tiga Tempat Ini Cocok untuk Anak Milenial Nongkrong Lho!

Anak muda sangat menyukai hal-hal yang berbau kreatif dan bebas. Bebas bukan dalam artian buruk tapi bebas dalam artian berpikir dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Anak muda kadang membutuhkan tempat untuk mengembalikan energinya untuk tetap berada pada on tracknya mereka. Ini dia tempat yang cocok untuk anak-anak muda mengekspresikan dan mengembalikan energinya versi isshiny.blogspot!                               

1.    Thamrin 10 Food and Creative Park

Ibaratnya ini adalah tempat instagramble kaum generasi muda saat ini. Mengambil konsep taman interaksi, membuanya dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Fasilitas yang nyaman, pohon-pohon yang rindang ditambah band-band yang mengisi panggung membuat taman ini semakin menarik dikunjungi!                

2.    Flyover Slipi Skateboard

Bagi anak-anak muda yang menyukai skateboard, flyover slipi ini boleh menjadi pilihan. Walaupun terkesan sederhana, tempat ini sangat mengasikan untuk didatangi. Kita dapat melihat aksi-aksi menarik di sana sekaligus menjernihkan pikiran kita dari kepenatan!

3.    Taman Ismail Marzuki

Saat ini Taman Ismail Marzuki sedang disulap menjadi pusat kesenian dan kebudayaan yang mengusung konsep modern loh. Teater halaman dan gedung perpustakan adalah salah satu yang terbaru dan sedang dibangun.

Selain itu, ada pula Planetarium, Galeri Cipta, Cinema  XXI, Graha Bakti Budaya, teater, gedung Wayang Orang Bharata serta Miss Tjitjih yang dapat teman-teman askes tentunya. Taman Ismail Marzuki ini diharapkan menjadi salah satu iconic wisata dan kebudayaan bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi masyarakat sekitar Jakarta.

Itu dia tiga tempat nongkrong milenial yang menarik serta bermanfaat versi kami mana versi kamu?

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ali Sadikin Si Bapak Pembangunan Jakarta

  Letnan Jendral KKO (Purn.) Ali Sadikin merupakan mantan gurbernur DKI   Jakarta   ke-7 yang dipilih langsung oleh Presiden Suharto pada tanggal 28 April 1966 di Istana Negara.   Pelantikan Ali Sadikin berdasarkan Keputusan Presiden Nomer 86 Tahun 1966. Dalam keputusan tersebut, ia yang juga merupakan  anggota staf Waperdam Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan dipandang cakap dan memenuhi syarat-syarat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ali Sadikin adalah seorang yang berjasa dalam pembangunan Ibukota Jakarta dengan ketangguhan dan kepemimpinannya. Salah satu buah pemikirannya yang kini diadopsi Bank dunia adalah cara dia menjalankan kepemimpinannya yang menuai kritik dan kontroversional. Ali Sadikin, di hari pertama memimpin Jakarta hanya diberi anggaran belanja sebesar 66 juta selama setahun. Perhitungan anggarannya, 1/3 hasil pemungutan daerah dan 2/3-nya dari subsidi pemerintah. Saat itu penduduk Jakarta berkisar 3,6 juta orang dan akan terus mengalami...

Konsep Taman Maju Bersama

Sesuai UU Nomer 26 Tahun 2007 terkait Penataan Ruang, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di berbagai tempat di Jakarta. Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, menginisiasikan sebuah program bernama Taman Maju Bersama (TMB) yang menggantikan program Ruang Publik Terpadu Rumah Anak (RPTRA) di masa kepemimpinan Ahok. Konsep dari Taman Maju Bersama yang diinisiasikan Anies Baswedan ini, mengusung tema Smart Environment and Smart People , sehingga masyarakat memiliki tempat ramah lingkungan untuk melakukan berbagai kegiatan. Taman Maju Bersama (TMB)   ini merupakan taman kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat setempat. Artinya, taman ini bukan milik pemerintah tetapi milik badan usaha atau masyakarat karena dari mulai perencanaan, pengembangan, hingga penggunaannya melibatkan masyarakat sekitar TMB. Konsep dan segala bentuk arena menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat tersebut. Fasilitas-fasilitas Taman Maju Bersama (TMB) memiliki ...

Melihat Patung Anne de Kiev di Taman Cattleya

Di jalan S. Parman, Tomang, Jakarta Barat tepatnya di hadapan Mall Taman Anggrek, terdapat sebuah taman kota bernama Taman Cattleya. Di taman Cattleya ini, ada sebuah ikon menarik berupa patung bernama Anne de Kiev. Patung itu diberikan oleh Kota Kiev sebagai hadiah ulang tahun Ibukota Jakarta ke-492 oleh Walikota Kiev, Ukrania. Patung yang tingginya sekitar 140 cm dan terbuat dari bahan artistik khusus ini, dibuat oleh seorang seniman asal Ukrania, bernama Mr. Konstanin Skrytutski. Patung Anne de Kiev dibuat berdasarkan patung asli yang berada di Ukrania. Anne merupakan sosok yang berpengaruh dan menginspirasi pada masanya di Kiev, karena ia tinggal dan dibesarkan di sana.  Pada zaman dahulu, Anne atau yang biasa disebut Anna yaroslavna, dikenal sebagai sosok wanita terpelajar, banyak mengenal ragam bahasa, berpengetahuan, dan suka berkuda. Selain sebagai hadiah ulang tahun Kota Jakarta, patung pemberian ini merupakan simbol persahabatan dan hubungan baik antara Kiev...