Langsung ke konten utama

Postingan

Komoditas Hortikultura yang Tidak Hilang dari Peradaban

Hortikultura ialah cabang ilmu yang membahas tentang sektor pertanian, sektor itu meliputi sektor buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman hias. Holtikultra berasal dari bahasa latin yakni hortus yang memiliki arti taman dan colere yang memiliki arti untuk menumbuhkan. Sebagai istilah yang pada umumnya, mencakup keseluruhan dari pembahasan mengenai pengelolaan taman, namun penggunaannya juga dapat menjurus pada produksi komersial intensif. Maanfat dari tanaman hortikultura ada dua, yaitu bagi sektor petani dan masyarakat, bagi petani sendiri  tanaman hortikultura menjadi nilai jual yang bagus baik di kanca internasional maupun nasional, karena produk hortikultura merupakan poduk pertanian yang dijual untuk peningkatan devisa Indonesia, sedangkan bagi masyarakat atau komunitas, tanaman hortikultura memberi maanfat menyediakan makanan pokok serta dapat menghilangkan kepenatan akibat stress. Pemeliharan komoditas hortikultura merupakan satu  hal yang penting untuk hasil kebun ...

Ali Sadikin Si Bapak Pembangunan Jakarta

  Letnan Jendral KKO (Purn.) Ali Sadikin merupakan mantan gurbernur DKI   Jakarta   ke-7 yang dipilih langsung oleh Presiden Suharto pada tanggal 28 April 1966 di Istana Negara.   Pelantikan Ali Sadikin berdasarkan Keputusan Presiden Nomer 86 Tahun 1966. Dalam keputusan tersebut, ia yang juga merupakan  anggota staf Waperdam Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan dipandang cakap dan memenuhi syarat-syarat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ali Sadikin adalah seorang yang berjasa dalam pembangunan Ibukota Jakarta dengan ketangguhan dan kepemimpinannya. Salah satu buah pemikirannya yang kini diadopsi Bank dunia adalah cara dia menjalankan kepemimpinannya yang menuai kritik dan kontroversional. Ali Sadikin, di hari pertama memimpin Jakarta hanya diberi anggaran belanja sebesar 66 juta selama setahun. Perhitungan anggarannya, 1/3 hasil pemungutan daerah dan 2/3-nya dari subsidi pemerintah. Saat itu penduduk Jakarta berkisar 3,6 juta orang dan akan terus mengalami...

Mengetahui Sejarah dan Monumen ASEAN di Taman Suropati

Tidak hanya sekadar berkunjung kita juga akan mendapatkan informasi di Taman Suropati ini.   Taman yang letaknya di Menteng, Kota Jakarta Pusat ini awalnya bernama Burgemeester Bisschopplein. Burgemeester Bisschopplein diambil dari nama Walikota (Burgemeester) Batavia pertama yaitu GJ Bisschop (1916-1920). Pada mulanya taman ini hanya berbentuk bukit, tetapi kemudian dipangkas dan sebagian tanahnya dibuang ke Jl. Baesuki. Sejak tahun 1920 lapangan ini mulai ditanami tanaman dan berganti nama menjadi Taman Suropati. Tak banyak orang tahu bahwa nama Taman Suropati tersebut diambil dari nama pahlawan nasional Indonesia bernama Untung Suropati. Dijadikan pahlawan nasional Indonesia karna perjuangannya melawan kolonialisme VOC dan kisahnya   yang melegendaris dari   seorang anak rakyat jelata hingga menjadi seorang bangsawan seperti Bupati. Siapa yang tahu bahwa Taman Suropati menjadi salah satu objek yang penting di Jakarta karena terdapat enam Monumen ASEAN di sana. Monu...

Progres Revitalisasi Tahap 1 Minggu ke-80 di Taman Ismail Marzuki mencapai 61, 1750%

Laporan presentase revitaliasisi tahap 1 di Taman Ismail Marzuki Jakarta oleh Jakartapro hingga Minggu 13/02/21 mencapai 61, 1750%. Progres tersebut meliputi pembangunan Masjid Amir Hamzah dengan presentase selesai 100.00%, pembanguan gedung parkir taman dengan presentase selesai 100.00%, serta progres pembangunan perpustakaan dan wisma seni dengan presentase selesai 45.07 %.  Struktur bagunan perpustakaan dan wisma seni adalah B1, B2, LT 1, LT 2, LT 3, LT 4, LT 5, LT 6, dan LT 7. Sebelumnya revitalisasi tahap 2 sudah dilakukan di berapa tempat, seperti  di Graha Bakti Budaya, Teater Halaman, Planetarium dan  bangunan melekat. Revitalisasi ini merujuk pada PERGUB Nomer 68 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah dan PERGUB Nomer 1042 Tahun 2018 Tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah. Proses revitalisasi ini sudah berjalan sejak Juli 2019 lalu dan akan berlangsung beberapa tahap hingga Juli 2021. Taman Ismail Marzuki direvitalisasi untuk memenu...

Mengenal Apa itu Taman Grande

Selain Taman Maju Bersama, Pemprov DKI Jakarta juga merevitalisasi dua Taman Grande. Taman Grande adalah taman atau Ruang Terbuka Hijau berskala besar yang sekaligus menjadi lahan untuk retensi air. Taman Grande memiliki konsep fun transit park , yaitu sebagai tempat transit yang nyaman untuk pedestrian karena terintegrasi dengan transportasi publik. Dua Taman Grande itu adalah Taman Puring dan Taman Mataram yang lokasinya tepat berada di Jakarta Selatan.   Kedua taman itu direvitalisasi dengan konsep taman grande sejak awal September 2019 lalu. Konsep revitalisasi awal Taman Mataram adalah sebagai taman kota yang mewadahi kegiatan temporer dan kegiatan transit yang menyediakan fitur-fitur menyenangkan dan mengedukasi. Sementara Taman Puring lebih diarahkan sebagai tempat yang mewadahi dinamisme dan kreativitas anak-anak serta pemuda. Sejak 2016, Taman Mataram dijuluki sebagai Taman Edukasi Literasi Keuangan yang dilengkapi dengan permainan edukatif keuangan, siganage, tips ...

Konsep Taman Maju Bersama

Sesuai UU Nomer 26 Tahun 2007 terkait Penataan Ruang, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di berbagai tempat di Jakarta. Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, menginisiasikan sebuah program bernama Taman Maju Bersama (TMB) yang menggantikan program Ruang Publik Terpadu Rumah Anak (RPTRA) di masa kepemimpinan Ahok. Konsep dari Taman Maju Bersama yang diinisiasikan Anies Baswedan ini, mengusung tema Smart Environment and Smart People , sehingga masyarakat memiliki tempat ramah lingkungan untuk melakukan berbagai kegiatan. Taman Maju Bersama (TMB)   ini merupakan taman kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat setempat. Artinya, taman ini bukan milik pemerintah tetapi milik badan usaha atau masyakarat karena dari mulai perencanaan, pengembangan, hingga penggunaannya melibatkan masyarakat sekitar TMB. Konsep dan segala bentuk arena menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat tersebut. Fasilitas-fasilitas Taman Maju Bersama (TMB) memiliki ...

Revitalisasi Pembanguan Taman Kota Kuningan

Komisi III DPRD Kuningan, SIDAK pembangunan taman kota terkait temuan kerusakan di beberapa titik taman pada Selasa pagi, 26 Januari 2021 lalu di Jalan Veteran, Kuningan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.  Kedatangan 6 anggota Komisi III pada Selasa pagi, diterima konsultan dan penggarap revitalisasi. Ada beberapa titik yang dicek anggota, di antaranya, kerusakan aspal, terlepasnya tegel, keamanan kabel-kabel dari kebocaran listrik, serta pengecekan tanaman. Revitalisasi Taman Kota ini, terbagi menjadi tiga tahap. Saat ini merupakan tahap pertama pengerjaan dengan bantuan Pemrov Jabar senilai 14 Miliar.  Komisi III juga menjelaskan kepada pengembang supaya tetap mendepankan kualitas pengerjaan , keamanan taman kota bagi pengunjung, dan kenyamanan fasilitas. “Apalah artinya Taman Kota ini bagus jika keselamatan masyarakat tidak terselamatkan, kami memprioritaskan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” Ujar Dede Sudrajat, Ketua Komisi III DPRD Kuningan. Toto Sugi...